SMA 4 Magelang mengembangkan keterampilan wirausaha sekolah untuk siswanya dengan mengubah ampas tahu cair atau manyon menjadi nata.
Dari pelajaran biologi, para siswa tahu tentang Acetobacter Xylinum, bakteri yang merupakan bibit nata – termasuk nata de coco yang dibuat dengan media air kelapa. Lalu muncul gagasan untuk menumbuhkan bakteri itu di media lain yang juga berbentuk cair.
Pabrik tempe dan tahu yang bertebaran di Magelang menyediakan media yang dibutuhkan. Pabrik-pabrik itu menghasilkan ampas cair yang biasanya hanya berakhir di pembuangan. Maka, para siswa mengambil sebagian dari ampas itu untuk wirausaha mereka.
Di bawah bimbingan Tri Minarni SPt SPdan, guru pembimbing produksi, mereka meneliti kandungan protein dan gizi ampas tahu. Mereka menemukan bahwa ampas tahu cair cocok untuk menumbuhkan Acetobacter Xylinum.
Proses pembuatan dimulai dengan menyaring manyon untuk memperoleh ampas tahu yang bersih. Hasil saringan ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Setelah mendidih, gula, pupuk ZA, dan cuka dicampurkan sambil diaduk.
Adonan manyon ini disimpan selama satu hari hingga menjadi dingin di dalam ruangan yang gelap dan kering. Setelah itu, bakteri nata dimasukkan dan didiamkan selama 7-9 hari. Nata dibersihkan dengan air mengalir setelah terbentuk, lalu dipotong dan direbus dengan air gula.
Dari 1 liter manyon, mereka berhasil membuat 1 kg nata yang selanjutnya diberi nama Nata Prima. Produk wirausahawan muda dari sekolah ini dikemas dalam gelas, masing-masing berisi 17 dadu nata dan dijual dengan harga Rp3 ribu per gelas atau cup.
Nata Prima dipasarkan di berbagai event pameran. SMA 4 juga menyertakannya dalam GIPS (Gebyar Inovasi dan Prestasi Siswa).
0 komentar :
Posting Komentar