-
Bagi mereka yang peka sejarah, nama kabinet baru Presiden Jokowi sangat asosiatif. “Kerja” adalah sinonim “karya”. Nama “Kabinet Kerja” berasosiasi dengan “Kabinet Karya”, sebuah kabinet parlementer yang dibentuk oleh Perdana Menteri Djuanda pada masa Orde Lama.
Walaupun memerintah dalam waktu singkat (9 April 1957 – 10 Juli 1959), Kabinet Karya mampu mencatatkan prestasi gemilang berupa Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957). Inilah deklarasi yang memperkokoh kedaulatan Indonesia atas perairan laut di sekitar pulau-pulau Indonesia.
Deklarasi Djuanda merupakan salah satu fondasi legal dalam ekonomi kelautan kita. Deklarasi ini menjadi salah satu bekal diplomasi dalam Konvensi Hukum Laut PBB ke-3 pada 1982, yang akhirnya mengakui hak ekonomik suatu negara, termasuk Indonesia, hingga sejauh 200 mil laut dari garis pantai pulau terluarnya.
Menarik untuk ditunggu apakah Kabinet Kerja ini juga mampu menciptakan prestasi segemilang Deklarasi Djuanda. Satu hal yang patut diperhatikan, lingkungan perekonomian yang dihadapi kabinet kali ini berbeda dari lingkungan pada masa Orde Lama yang berorientasi pada politik.
Simbol-simbol kelautan diperlihatkan oleh Presiden Jokowi sejak hari-hari awal pemerintahannya. Perlu disimak, apakah simbol-simbol tersebut dapat menjadi simbol yang memang memiliki visi dan daya, atau sekadar menjadi simbol-simbol hampa yang hanya melayani kepentingan politik sesaat. -
Peluang ekonomik yang dihasilkan dari tata hukum perairan Indonesia dan telah diakui secara internasional sangat kaya dan solid. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memanfaatkan kekayaan kelautan itu sedemikian rupa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat setinggi-tingginya.
Pada masa kabinet-kabinet sebelumnya, paradigma pengembangan ekonomi lebih ditekankan pada industrialisasi berbasis daratan. Kompleks industrial dibangun dengan giat di berbagai tempat, namun riset dan pengembangan di bidang maritim menjadi prioritas kedua.
Sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan harapan bahwa kedua sektor maritim ini akan digarap dengan pola pikir out of the box sesuai gaya bisnis pribadi sang menteri. Berpikir – dan bertindak – dengan cara yang berbeda adalah tuntutan pada saat ini dan ke depan.
Selain tantangan-tantangan laten dalam bidang kelautan dan perikanan, Pasar Terbuka ASEAN adalah tantangan yang luar biasa besarnya. Dengan pintu-pintu perdagangan dibuka lebar-lebar di setiap negara, modal luar negeri akan mengalir sedemikian rupa.
Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu memiliki pandangan yang jelas tentang sumber daya alam yang menjadi bidang garapannya. Misalnya, perlu ditegaskan apakah modal luar negeri akan memiliki kebebasan untuk melakukan usaha dan seberapa besar kadar kebebasan tersebut.
Jika modal luar negeri diberi kebebasan termasuk dalam eksploitasi kekayaan laut, maka ke depan kita tidak boleh lagi mengeluh jika ada kapal penangkap ikan dari Malaysia atau Thailand beroperasi di perairan kita. -
PT BEI adalah otoritas yang sangat penting dalam pembiayaan usaha, termasuk bagi wirausahawan yang ingin mengembangkan bisnis mereka. Bagi para wiraswastawan yang telah memiliki bisnis dengan ukuran yang cukup besar atau sedang tumbuh pesat, memasuki pasar saham yang dikelola PT BEI menjadi salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan.
Baru-baru ini, PT BEI bekerja sama dengan EOID (Entrepreneur Organization Indonesia) mengadakan Perdagangan dan Sosialisasi Go Public Anggota EOID. Dalam kegiatan tersebut, wirausahawan EOID memperoleh banyak pengetahuan tentang seluk-beluk pasar saham. Di antaranya, mereka disadarkan dengan pentingnya menjadikan sebuah bisnis sebagai perusahaan terbuka.
Untuk menjadi perusahaan terbuka, tentu saja diperlukan pengetahuan tentang tata cara dan peraturan yang berlaku di pasar modal. Misalnya, bagaimana menentukan apakah sebuah perusahaan sudah siap go public. Apabila sudah dianggap siap, maka sang wiraswastawan perlu mengetahui tentang waktu dan nilai yang tepat dalam IPO (Initial Public Offering).
EOID sendiri adalah jaringan pemilik bisnis yang telah aktif di lebih dari 46 negara di dunia. Di Indonesia, organisasi ini telah memiliki lebih dari 100 anggota. Di Indonesia, ada puluhan organsiasi yang beranggotakan wirausahawan yang kreatif dan bersemangat. Jika mereka juga memperoleh pengetahuan yang memadai tentang pasar saham, siapa tahu mereka mau juga untuk memasukinya.
Namun, untuk memenuhi persyaratan memasuki pasar modal, tentu UMKM atau wirausahawan harus mengembangkan bisnisnya terlebih dulu sedemikian rupa. -
Berwirausaha ayam jamu ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang menggiurkan, yaitu hingga 50 persen. Hal ini sudah dibuktikan oleh warga Metro, Lampung. Ayam yang dibudidayakan adalah ayam broiler biasa, namun bedanya ternak ini diberi pakan tanaman obat.
Hasilnya, ayam jamu diklaim lebih sehat daripada hasil peternakan ayam broiler biasa. Selain hanya makan makanan berupa pakan tanaman obat, ayam-ayam ini juga dipelihara secara probiotik. Artinya, tidak digunakan bahan kimia antibiotik. Sehingga, tidak ada residu bahan kimiawi.
Selain itu, pengusahaan ternak ayam jamu juga dapat dianggap ramah lingkungan. Pasalnya, ayam-ayam ini tidak mengeluarkan bau busuk dan kesan kumuh. Lagipula, para wirausahawan di Lampung juga tidak meminta lahan berlebihan karena mereka dapat memanfaatkan lahan telantar di sekitar mereka.
Dari sisi ekonomis, berwirausaha ayam jamu juga menguntungkan. Coba simak keterangan dari salah satu peternak ayam dari Metro, Yulius Wahyu Hidayanto, berikut ini. Menurut Yulius, dengan modal Rp 30 juta untuk kandang dan 1.000 ekor ayam bibit, peternak bisa mendapatkan keuntungan Rp 15 juta, atau hampir 50%. Keuntungan ini diperoleh dalam waktu 35 hari.
Harga satuan ayam jamu di pasaran, menurut wirausahawan ini, adalah Rp 30 ribu-70 ribu per ekor. Saat ini, pasarnya memang baru di sekitar Lampung, Jakarta, Surabaya, dan Bali. Ke depannya, kelompok peternak di Metro berharap memperluas pasar hingga ke Papua, Yogyakarta, dan Balikpapan.
Masih ada peluang terbuka untuk wirausahawan yang kreatif dan giat. Salah satunya adalah ayam jamu. Potensi keuntungannya sudah jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah kesediaan untuk bekerja keras dan perencanaan semua sektor dengan matang. Apakah ada yang berminat berwirausaha ayam jamu?



