Flash News
Mega Menu

Minim Wirausahawan Muda, Indonesia Jadi Konsumen Produk Asing


Minim wirausahawan muda menjadikan Indonesia sekadar konsumen produk negara asing.
Ditambah lagi dengan era perdagangan bebas ASEAN yang sudah akan dimulai tahun depan, keadaan ini semakin mengkhawatirkan. Jumlah pengusaha di Indonesia sekarang ini masih jauh dari angka ideal.

Direktur Keuangan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk, Witjaksono, di Jakarta, Senin (6/10/2014), menuturkan, “Hanya sekitar 1,6 persen saja angka pengusaha di Indonesia yang masih muda. Padahal, idealnya sebuah negara maju berkisar memiliki rasio di atas 5 persen. Dari 1,6 persen pengusaha di Indonesia, jumlah pengusaha yang berusia di bawah 40 tahun hanya 0,8 persen saja.”

Dalam keterangan tertulis, Witjaksonomengatakan, “Keadaan ini sangat memprihatinkan. Untuk itu kita ciptakan pengusaha-pengusaha belia yang siap bersaing di negeri ini dan di era perdagangan bebas ASEAN.”

“Tidak adanya jiwa dan karakter pengusaha muda yang ditanamkan orang tua sejak dini menyebabkan minimnya jumlah wirausahawan muda di Indonesia. Kebanyakan pemikiran orang tua zaman sekarang selalu menanamkan dan mempersiapkan anaknya untuk menjadi pekerja bukan menjadi pengusaha.”imbuhnya.

Selain itu, sistem pendidikan di Indonesia dinilai masih kurang sukses dalam menanamkan jiwa wirausaha. Akibatnya, jumlah masyarakat yang berminat menjadi pengusaha sampai sekarang masih minim.

“Kurikulum 2013 yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak memasukkan materi kewirausahaan secara terpadu di berbagi tingkat pendidikan. Sedangkan berwirausaha harus dijadikan budaya dan didampingi oleh ilmu pengetahuan. Sayangnya, itu semua masih belum jelas, kacau, apalagi tentang ilmu kesenian dan budaya,” ungkap Witjaksono.

Akibat minimnya kesadaran berwirausaha, banyak lulusan sekolah di Indonesia tidak bermental baja dalam pekerjaan dan lebih banyak melahirkan orang-orang yang hanya pandai membuat perencanaan saja.

0 komentar :

Posting Komentar