Flash News
Mega Menu

Wirausaha Ayam Jamu: Peluang Menguntungkan

Berwirausaha ayam jamu ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang menggiurkan, yaitu hingga 50 persen. Hal ini sudah dibuktikan oleh warga Metro, Lampung. Ayam yang dibudidayakan adalah ayam broiler biasa, namun bedanya ternak ini diberi pakan tanaman obat.

Hasilnya, ayam jamu diklaim lebih sehat daripada hasil peternakan ayam broiler biasa. Selain hanya makan makanan berupa pakan tanaman obat, ayam-ayam ini juga dipelihara secara probiotik. Artinya, tidak digunakan bahan kimia antibiotik. Sehingga, tidak ada residu bahan kimiawi.

Selain itu, pengusahaan ternak ayam jamu juga dapat dianggap ramah lingkungan. Pasalnya, ayam-ayam ini tidak mengeluarkan bau busuk dan kesan kumuh. Lagipula, para wirausahawan di Lampung juga tidak meminta lahan berlebihan karena mereka dapat memanfaatkan lahan telantar di sekitar mereka.

Dari sisi ekonomis, berwirausaha ayam jamu juga menguntungkan. Coba simak keterangan dari salah satu peternak ayam dari Metro, Yulius Wahyu Hidayanto, berikut ini. Menurut Yulius, dengan modal Rp 30 juta untuk kandang dan 1.000 ekor ayam bibit, peternak bisa mendapatkan keuntungan Rp 15 juta, atau hampir 50%. Keuntungan ini diperoleh dalam waktu 35 hari.

Harga satuan ayam jamu di pasaran, menurut wirausahawan ini, adalah Rp 30 ribu-70 ribu per ekor. Saat ini, pasarnya memang baru di sekitar Lampung, Jakarta, Surabaya, dan Bali. Ke depannya, kelompok peternak di Metro berharap memperluas pasar hingga ke Papua, Yogyakarta, dan Balikpapan.

Masih ada peluang terbuka untuk wirausahawan yang kreatif dan giat. Salah satunya adalah ayam jamu. Potensi keuntungannya sudah jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah kesediaan untuk bekerja keras dan perencanaan semua sektor dengan matang. Apakah ada yang berminat berwirausaha ayam jamu?

0 komentar :

Posting Komentar