Flash News
Mega Menu

Tantangan Terbesar Menteri Kelautan dan Perikanan

Peluang ekonomik yang dihasilkan dari tata hukum perairan Indonesia dan telah diakui secara internasional sangat kaya dan solid. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memanfaatkan kekayaan kelautan itu sedemikian rupa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat setinggi-tingginya.

Pada masa kabinet-kabinet sebelumnya, paradigma pengembangan ekonomi lebih ditekankan pada industrialisasi berbasis daratan. Kompleks industrial dibangun dengan giat di berbagai tempat, namun riset dan pengembangan di bidang maritim menjadi prioritas kedua.

Sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan harapan bahwa kedua sektor maritim ini akan digarap dengan pola pikir out of the box sesuai gaya bisnis pribadi sang menteri. Berpikir – dan bertindak – dengan cara yang berbeda adalah tuntutan pada saat ini dan ke depan.

Selain tantangan-tantangan laten dalam bidang kelautan dan perikanan, Pasar Terbuka ASEAN adalah tantangan yang luar biasa besarnya. Dengan pintu-pintu perdagangan dibuka lebar-lebar di setiap negara, modal luar negeri akan mengalir sedemikian rupa.

Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu memiliki pandangan yang jelas tentang sumber daya alam yang menjadi bidang garapannya. Misalnya, perlu ditegaskan apakah modal luar negeri akan memiliki kebebasan untuk melakukan usaha dan seberapa besar kadar kebebasan tersebut.

Jika modal luar negeri diberi kebebasan termasuk dalam eksploitasi kekayaan laut, maka ke depan kita tidak boleh lagi mengeluh jika ada kapal penangkap ikan dari Malaysia atau Thailand beroperasi di perairan kita.

0 komentar :

Posting Komentar